Minggu, 20 September 2009

Lebaran 1430 H

Lebaran 1430 H atau tahun 2009 giliran sekeluargaku bertandang ke kampungku Sumpiuh Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Waktu yang singkat namun banyak hal kudapat, ketemu teman-teman waktu SD.... ufgh pangling, mestinya banyak yang mesti kutanyakan, namun roda itu bergulir dengan cepatnya sehingga pertemuan itu bagaikan mimpi.

Mereka ada yang tetap di desa, ada yang merantau di ibukota dan banyak juga yang menetap di kota-kota besar lain dan... sukses. Ya.. kesuksesan yang membawa pertemuan singkat itu terjadi karena tanpa kesuksesan yang mendukung, mereka tidak bisa melaksanakan. Kita ingat saudara-saudara kita yang baru terkena bencana, sangatlah sulit untuk menikmati kesempatan itu dengan selengkapnya.

"Ehg ... siki nang endi...?"....
"Pira anakmu......?"...
"Sing endi sih bojomu...?"...

Itulah tiga kalimat yang musti banyak dicopy oleh masing-masing orang menanyakan keadaan sekarang...

Ya pertemuan yang mencoba mengingat-ingat masa kecil ... 37 tahun yang lalu...

Matur nuwun Gusti awit kamirahanipun...

Selasa, 01 September 2009

yg menang yg beroleh

Wah.21:7, barang siapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini. Haleluya...
Dunia yang ditandai dengan air mata dan kesusahan karena dosa, mendapat lawatan dan tawaran Tuhan untuk bebas dan berkemenangan sehingga tidak ada lagi isak tangis dan air mata. Dan itu diberikan dengan cuma-cuma, yang mau merespon akan menikmatinya.

Kuncinya MENANG, mau lahir yg kedua, lahir dari Allah, pribadi yang meninggalkan kehidupan lama (kelahiran 1) menjadi kehidupan baru, itulah kehidupan yang melakukan perintah ALLAH. Trimakasih Tuhan... Berikan kuasa FirmanMU agar kami dapat melakukannya.

Inilah jaminan kehidupan manusia agar hidup dalam damai sejahtera yang dari ALLAH.
Tanks God...

Selasa, 11 Agustus 2009

pada tengah malam

saat ini waktu laptop menunjuk angka 12.12
telah kutunggui seharian anakku yang sedang berbaring sakit
panas tinggi tapi merasa kedinginan,batuk yang datang pada musimnya
botol RINGER LAKTAT menggantung diatasnya, menurunkan panas

pancaroba kali ini banyak membawa sakit
upacara senin kemarinpun terganggu dengan batuk
'saur manuk' dari batuk siswa ertalu bagai gelombang bergulung
satu berhenti, disusul yang lain, belum selesaipun yang lain menyusul

kunikmati seperti air yang mengalir
sekeliling yang mulai bergeming, seiring pusing menggiring
kutahu kekuatanku tak seberapa, hanya berharap padaMU Tuhan
kesembuhan bagi anakku dan kekuatan bagiku agar tetap sehat