Kamis, 08 Oktober 2009

dan jalannya tersedia

Seminggu yang lalu aku baru pulang dari kampung karena lebaran, tapi hari itu aku mesti datang lagi. Ada misi yang tak terduga, ada mimpi yang jadi nyata. Bermula dari suara yang tak bermakna dan bernada gurau senda, oleh waktu yang begitu cepat akhirnya membawaku kesana belajar mendengar suara yang dapat menjawab dan mengatasi masalah.

Sekali berenang dua tiga pulau terlampaui itu pepatah yang sangat mengena pada peristiwa itu. Dan aku menyaring dan memaknai dari pembicaraan-pembicaraan mereka, semoga kedatanganku bermanfaat dan akupun mendapat berkat.

Dan biarlah yang kudapat dapat kupelihara dan kunikmati bersama keluarga. Bahkan dari mereka, bpk ibu dan adikku : "Jangan dijual ya... masih sayang...". Semoga aku dapat melaksanakan apa pesan mereka. Sebab seperti air mengalir, mencari tempat yang rendah, dan itupun berlangsung diluar rencana. Tiba-tiba ada, dan jalannya tersedia sehingga aku bisa melangkah menyelesaikannya.

Tuhan ... pertolonganMU senantiasa kami berharap....

Minggu, 20 September 2009

Lebaran 1430 H

Lebaran 1430 H atau tahun 2009 giliran sekeluargaku bertandang ke kampungku Sumpiuh Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Waktu yang singkat namun banyak hal kudapat, ketemu teman-teman waktu SD.... ufgh pangling, mestinya banyak yang mesti kutanyakan, namun roda itu bergulir dengan cepatnya sehingga pertemuan itu bagaikan mimpi.

Mereka ada yang tetap di desa, ada yang merantau di ibukota dan banyak juga yang menetap di kota-kota besar lain dan... sukses. Ya.. kesuksesan yang membawa pertemuan singkat itu terjadi karena tanpa kesuksesan yang mendukung, mereka tidak bisa melaksanakan. Kita ingat saudara-saudara kita yang baru terkena bencana, sangatlah sulit untuk menikmati kesempatan itu dengan selengkapnya.

"Ehg ... siki nang endi...?"....
"Pira anakmu......?"...
"Sing endi sih bojomu...?"...

Itulah tiga kalimat yang musti banyak dicopy oleh masing-masing orang menanyakan keadaan sekarang...

Ya pertemuan yang mencoba mengingat-ingat masa kecil ... 37 tahun yang lalu...

Matur nuwun Gusti awit kamirahanipun...

Selasa, 01 September 2009

yg menang yg beroleh

Wah.21:7, barang siapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini. Haleluya...
Dunia yang ditandai dengan air mata dan kesusahan karena dosa, mendapat lawatan dan tawaran Tuhan untuk bebas dan berkemenangan sehingga tidak ada lagi isak tangis dan air mata. Dan itu diberikan dengan cuma-cuma, yang mau merespon akan menikmatinya.

Kuncinya MENANG, mau lahir yg kedua, lahir dari Allah, pribadi yang meninggalkan kehidupan lama (kelahiran 1) menjadi kehidupan baru, itulah kehidupan yang melakukan perintah ALLAH. Trimakasih Tuhan... Berikan kuasa FirmanMU agar kami dapat melakukannya.

Inilah jaminan kehidupan manusia agar hidup dalam damai sejahtera yang dari ALLAH.
Tanks God...